Furniture custom sering jadi pilihan karena bisa disesuaikan dengan ukuran ruang, gaya interior, sampai kebutuhan pribadi. Tapi sayangnya, nggak sedikit orang yang justru kecewa setelah furniturenya jadi. Bukan karena jelek, tapi karena ada beberapa kesalahan umum saat beli furniture custom yang sering banget terjadi.
Biar kamu nggak ngalamin hal yang sama, yuk bahas satu per satu.
1. Terlalu Fokus ke Model, Lupa Fungsi

Banyak orang datang dengan referensi gambar yang cantik, tapi lupa mikirin fungsi aslinya. Contohnya, meja makan terlihat estetik tapi ternyata terlalu tinggi, atau lemari terlihat ramping tapi kapasitasnya kurang.
Solusinya:
Sebelum bahas desain, tentukan dulu:
- Fungsi utama furniture
- Aktivitas yang sering dilakukan
- Kebutuhan jangka panjang
Furniture custom seharusnya bukan cuma enak dilihat, tapi juga nyaman dipakai.
2. Nggak Diskusi Detail Soal Material
Kayu itu banyak jenisnya, dan masing-masing punya karakter berbeda. Kalau nggak diskusi dari awal, hasil akhirnya bisa jauh dari ekspektasi—baik dari segi warna, berat, maupun ketahanan.
Misalnya, kamu pengin furniture yang awet puluhan tahun, tapi tanpa sadar memilih material yang kurang cocok untuk pemakaian harian.
Solusinya:
Pastikan kamu paham:
- Jenis kayu yang digunakan
- Ketebalan material
- Finishing yang dipakai
Workshop yang berpengalaman biasanya akan menjelaskan plus minus tiap material, bukan sekadar ikut maunya klien.
3. Ukur Ruangan Sendiri Tanpa Validasi (Paling Sering Terjadi)

Ini nih kesalahan yang paling sering kejadian. Banyak orang ukur ruangan sendiri tanpa dicek ulang oleh tim pembuat furniture. Akibatnya?
Furniture terlalu besar, pintu nggak bisa kebuka penuh, atau malah nggak muat masuk rumah.
Solusinya:
Selalu minta:
- Pengukuran ulang oleh tim profesional
- Gambar kerja atau mockup sebelum produksi
Furniture custom itu soal presisi, beda beberapa cm aja bisa fatal.
4. Lupa Bahas Finishing Secara Spesifik
Warna “coklat natural” bisa punya banyak versi. Kalau nggak dijelasin dengan detail, hasil akhirnya bisa beda dari bayangan.
Solusinya:
Diskusikan:
- Contoh warna finishing
- Tingkat kilap (doff, semi-gloss, glossy)
- Tekstur akhir kayu
Jangan ragu minta sample atau referensi hasil jadi.
5. Tergiur Harga Murah Tanpa Cek Kualitas
Furniture custom yang terlalu murah patut dipertanyakan. Bisa jadi dari material tipis, sambungan kurang kuat, atau finishing seadanya.
Solusinya:
Ingat, furniture custom itu investasi jangka panjang. Lebih baik bayar sedikit lebih mahal tapi awet dan sesuai ekspektasi.
Tips Aman Beli Furniture Custom
Biar lebih aman, pastikan kamu:
- Diskusi kebutuhan dari awal
- Transparan soal budget
- Pilih workshop yang komunikatif dan terbuka
Brand seperti aslikayu.com misalnya, lebih mengutamakan proses diskusi, pemilihan material, dan detail pengerjaan supaya hasil akhirnya benar-benar sesuai kebutuhan ruang dan gaya hidup.
Beli furniture custom memang butuh persiapan lebih, tapi hasilnya sepadan kalau dikerjakan dengan benar. Hindari kesalahan-kesalahan di atas, terutama soal pengukuran ruangan, supaya furniture impianmu nggak berakhir jadi penyesalan.
Kalau kamu lagi berencana bikin furniture custom, pastikan kamu bekerja sama dengan tim yang paham material, detail, dan kebutuhan ruang—biar hasilnya bukan cuma bagus, tapi juga nyaman dipakai bertahun-tahun.






